Minggu, 24 Januari 2016

Komunikasi Dalam Organisasi

TEORI ORGANISASI UMUM 2

NAMA            : BACHTIAR RIVAIE
NPM               : 11114949
KELAS           : 2KA28
     
PTA 2015/2016
UNIVERSITAS GUNADARMA







MAKALAH TEORI ORGANISASI UMUM 2






KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI


Disusun Oleh :


1. Nur Aini Fauziyyah                         18114130
2. Dio Putra Dilaga                              13114194
3. Bachtiar Rivaie                                11114949
4. Yan Shaputra Amin                         1C114348
5. Muchamad Gilang Saputra              16114855




SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2015/2016


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan petunjuk, kekuatan dan perlindungan, sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan tugas metopel ini dengan tepat waktu. Makalah ini membahas komunikasi dalam organisasi.

Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Olehnya itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

Meskipun penyusun telah berusaha untuk menyelesaikan tugas akhir ini dengan semaksimal mungkin, namun penyusun menyadari masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan baik dalam susunan kata, isi maupun bentuknya. Oleh karena itu penulis mengharap adanya kritik maupun saran.
  

BAB II
PENDAHULUAN
A.  LATAR BELAKANG
Seperti yang kita ketahui dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah lepas dari yang namanya komunikasi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Komunikasi secara langsung salah satunya adalah dengan cara bertemu dan bertatap muka secara langsung sedangkan komunikasi secara tidak langsung bisa melalui perantara orang ketiga yang menyampaikan pesan nantinya. Hal ini pasti selalu ada di dalam kehidupan bermasyarakat. Apalagi sifat manusia itu sendiri adalah makhluk social yaitu makhluk yang tidak dapat hidup sendiri melainkan perlunya interaksi dengan manusia lainnya. Salah satu bentuk konkret dari interaksi ini adalah komunikasi tersebut.
Komunikasi organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiranpesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan. Komunikasi organisasi melibatkan bentuk-bentuk komunikasi antar pribadi dan komunikasi kelompok. Namun dalam pembahasan yang ada di dalam makalah ini adalah mengenai komunikasi dalam konteks organisasi karena itu untuk memenuhi pembelajaran mata kuliah Teori Organisasi Umum ini, penulis mengambil judul “Komunikasi dalam Organisasi” di dalam makalah yang penulis kerjakan ini.

B.  RUMUSAN MASALAH
Adapun masalah  dalam makalah  ini adalah sebagai berikut yaitu:
1.    Apa yang dimaksud dengan Komunikasi?
2.    Apa saja Unsur – Unsur dalam Komunikasi?
3.    Bagaimana menyalurkan ide dalam komunikasi?
4.    Apa saja Hambatan dalam Komunikasi?
5.    Apa saja Klasifikasi komunikasi dalam Organisasi?

C.  TUJUAN DAN MANFAAT
Tujuan dalam penulisan ini adalah :
1.    Agar mahasiswa mengerti apa itu komunikasi.
2.    Agar mahasiswa mengerti bagaimana cara menyalurkan ide dalam komunikasi.
Manfaat dari penulisan ini adalah untuk dapat kita pelajari dan mengetahui serta bisa kita mengerti.

BAB II
PEMBAHASAN

A.  PENGERTIAN KOMUNIKASI
Asal kata komunikasi berasal dari kata kerja bahasa latin “kommunicare” yang berarti menyebarkan  / memberitahukan. Jadi menurut asal katanya komunikasi berarti menyebarkan / menyebarkan informasi kepada pihak lain guna mendapatkan pengertian yang sama tentang sesuatu hal. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi dan pengertian dari satu orang ke orang yang lain.
Secara Umum Komunikasi adalah Usaha mendorong orang lain menginterprestasikan pendapat seperti apa yang dikehendaki oleh orang yang mempinyai pendapat tersebut.
Menurut Chester I Bernard Komunikasi adalah Suatu alat dimana orang-orang yang bersangkutan saling berhubungan satu sama lain dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan umum.
Menurut Koontz Odonnell Komunikasi adalah Suatu pemindahan informasi dari satu orang ke orang lain.
Menurut Wexley And Yuki Komunikasi dapat diberikan definisi sebagai pengiriman informasi antara dua orang / lebih.
Menurut Mc Farland Komunikasi sebagai interaksi atau proses hubungan saling pengertian antar manusia
Menurut Elliot Jaques Komunikasi adalah penyampaian berbagai macam perasaan, sikap, dan kehendak baik secara langsung maupun tidak langsung, baik secara sadar maupun tidak sadar. 

B.  UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI
Menurut Charles E-Redfield mengatakan bahwa unsure-unsur komunikasi ada lima yaitu:
1.    Komunikator, yaitu pemberi berita
2.    Menyampaikan berita, yaitu dapat dilakukan dengan cara mengatakan, mengirim, atau menyiarkan.
3.    Berita yang disampaikan, yaitu dapat dalam bentuk perintah, laporan, atau saran
4.    Kommunika, yaitu orang yang dituju atau si penerima berita.
5.    Tanggapan / reaksi, yaitu dalam bentuk jawaban / reaksi oleh si penerima berita.

C.  BAGAIMANA MENYALURKAN IDE MELALUI KOMUNIKASI

Bagaimana menyalurkan ide melalui komunikasi :


 D.  HAMBATAN KOMUNIKASI

Sasaran komunikasi adalah berbagai hasil yang ingin dicapai / diperoleh dalam proses komunikasi dan tergantung dari arah komunikasi dalam organisasi. Dengan demikian secara singkat dapat dikatakan bahwa sasaran komunikasi adalah agar setiap perintah intruksi nasehat pengarahan saran dan lain-lain sesuai dengan arah komunikasi yang dilakukan organisasi dapat diterima, dimengerti, dan dipahami oleh penerima komunikasi.
Untuk mencapai sasaran komunikasi sebagaimana yang telah diuraikan diatas, komunikasi sering menghadapi berbagai hambatan antara lain:

a)    Hambatan bersifat teknis
Þ    Kurangnya sarana dan prasarana
Þ    Penguasaan teknik dan metode komunikasi yang kurang
Þ    Kondisi fisik yang tidak memungkinkan untuk melalukan komunikasi.

b)   Hambatan semantic
Þ    Sematik dapat diartikan sebagai suatu studi tentang pengertian. Pengertian dapat diungkapkan melauli bahasa baik lisan maupun tertulis. Jadi yang dimaksud adalah hambatan yang disebabkan kesalahan dalam penafsiran, kesalahan dalam memberikan pengertian yang dipergunakan.

c)    Hambatan perilaku
Þ    Pandangan bersifat apriori
Þ    Prasangka yang di dasarkan pada emosi
Þ    Suasana otoriter
Þ      Ketidakmauan untuk berubah
Þ      Sifat yang egoistis

d)   Hambatan organisasi
Þ      Tingkatan hirarki
Þ      Wewenang manajerial
Þ    spesialisasi

e)     Hambatan antar individu
Þ    Persepsi selektif
Þ    Status dan kedudukan komunikator
Þ    Keadaan membela diri
Þ    Pendengaran lemah

E.   KLASIFIKASI KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI


Dari segi sifat
Menurut arahan

a)      Komunikasi lisan
b)      Komunikasi tertulis
c)      Komunikasi verbal
d)     Komunikasi non verbal


a)    Komunikasi keatas
b)   Komunikasi kebawah
c)    Komunikasi diagonal keatas
d)   Komunikasi diagonal kebawah
e)    Komunikasi horizontal
f)    Komunikasi satu/dua arah

Menurut lawannya
Menurut keresmiannya

a)    Komunikasi satu lawan satu
b)   Komunikasi satu lawan banyak
c)    Kelompok lawan satu
d)   Kelompok lawan kelompok


a)    Komunikasi formal
b)   Komunikasi non formal



BAB III
PENUTUP
A.  KESIMPULAN
Komunikasi berarti menyebarkan / menyebarkan informasi kepada pihak lain guna mendapatkan pengertian yang sama tentang sesuatu hal. Komunikasi adalah Usaha mendorong orang lain menginterprestasikan pendapat seperti apa yang dikehendaki oleh orang yang mempinyai pendapat tersebut.
Tujuan komunikasi adalah berhubungan dan mengajak dengan orang lain untuk mengerti apa yang kita sampaikan dalam mencapai tujuan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan dalam bekerja sama dengan orang lain.



DAFTAR PUSTAKA

Selasa, 29 Desember 2015

Teori - Teori Motivasi

A.Teori X dan Teori Y Mc Gregor

Motivasi ini menggabungkan motivasi internal dan eksternal. Anggapan dasar teori x adalah :

1. Rata-rata para perkeja malas
2. Karena pada dasarnya pekerja tidak suka bekerja
3. Rata-rata para perkerja lebih senang dibimbing

Teori X ini masih banyak digunakan dalam organisasi karena para manajer percaya bahwa anggapan itu benar dan sifatnya dapat diamati perilaku manusia. Anggapan Teori Y :

1. Usaha fisik dan mental yanng dilakkukan manusia dalam bekerja adalah kodrat manusia
2. Rata-rata manusia bersedia belajar dalam kondsi yang layak
3. Ada kemampuan yang besar dalam kecerdikan
4. Penegndallian ekstern dan hukum bukan satu-satunya cara untuk mengarahkan usaha pencapaian tujuan organisasi
5. Keterikatan pada tujuan organisasi
6. Organisasi seharusnya memberikan kemungkinan orang untuk mewujutkankan potensinya

Anggapan Teori Y ini dapat lebih mengarahkan tercapainya motivasi yang lebih tinggi. Perlu diingat, bahwa motivasi eksternal seharusnya cukup fleksibel untuk menyesuaikan diri denngan setiap keunikan orang dalam organisasi. Para karyawan seharusnya tidak dipaksa untuk cocok dengan suatu teori yang kaku atau pandangan manajer.


B. Teori Abraham Maslow

Teori Maslow Maslow dalam Reksohadiprojo dan Handoko (1996), membagi kebutuhan manusia sebagai berikut: 
1. Kebutuhan Fisiologis 
Kebutuhan fisiologis merupakan hirarki kebutuhan manusia yang paling dasar yang merupakan kebutuhan untuk dapat hidup seperti makan,minum, perumahan, oksigen, tidur dan sebagainya.
2. Kebutuhan Rasa Aman 
Apabila kebutuhan fisiologis relatif sudah terpuaskan, maka muncul kebutuhan yang kedua yaitu kebutuhan akan rasa aman.
3. Kebutuhan Sosial 
Jika kebutuhan fisiologis dan rasa aman telah terpuaskan secara minimal, maka akan muncul kebutuhan sosial, yaitu kebutuhan untuk persahabatan, afiliasi dana interaksi yang lebih erat dengan orang lain. 4. 4.Kebutuhan Penghargaan 
Kebutuhan ini meliputi kebutuhan keinginan untuk dihormati, dihargai atas prestasi seseorang, pengakuan atas kemampuan dan keahlian seseorang serta efektifitas kerja seseorang. 
5. Kebutuhan Aktualisasi diri 
Aktualisasi diri merupakan hirarki kebutuhan dari Maslow yang paling tinggi. Aktualisasi diri berkaitan dengan proses pengembangan potensi yang sesungguhnya dari seseorang. Kebutuhan untuk menunjukkan kemampuan, keahlian dan potensi yang dimiliki seseorang. Malahan kebutuhan akan aktualisasi diri ada kecenderungan potensinya yang meningkat karena orang mengaktualisasikan perilakunya
Teori Maslow mengasumsikan bahwa orang berkuasa memenuhi kebutuhan yang lebih pokok (fisiologis) sebelum mengarahkan perilaku memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi (perwujudan diri). Kebutuhan yang lebih rendah harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan yang lebih tinggi seperti perwujudan diri mulai mengembalikan perilaku seseorang. Hal yang penting dalam pemikiran Maslow ini bahwa kebutuhan yang telah dipenuhi memberi motivasi. 
 
C. Teori David McClelland
 
Davitd McClelland melalui riset empiris, telah menemukan bahwa para usahawan, ilmuan dan ahli mempunyai tingkat motivasi prestasi yang diatas rata-rata. Menurut McClelland, seseorang dianggap mempunyai motivasi prestadi yang tinggi, apabila dia mempunyai keinginan untuk berprestasi lebih baik daripada yanng lain. Karakteristik ketiga kebutuhan pentinng tersebut dapat dilihat pada uraian dibawah ini ;
1. Kebutuhan prestasi
2. Kebutuhan afiliasi
3. Kebutuhan kekuasaan
Teori McClelland ini sangat penting dalam mempelajari motivasi, karena motivasi prestasi dapat diajarkan untuk mencapai sukses kelompok atau organisasi.

D. Teori Dua Faktor Herz Berg

Herz berg mengklaim telah menemukan penjelasan duafaktor motivasi yaitu:
1)Hygiene Factors, yang meliputi gaji, kehidupan pribadi, kualitas supervisi, kondisikerja, jaminan kerja, hubungan antar pribadi, kebijaksanaan dan administrasi perusahaan.
2)Motivation Factors, yang dikaitkan dengan isi pekerjaan mencakup keberhasilan, pengakuan, pekerjaan yang menantang, peningkatan dan pertumbuhan dalam pekerjaan.(Koontz, 1990:123)

sumber: 
http://megasuryonop.blogspot.co.id/2012/04/teori-motivasi.html
http://kartikandr.blogspot.co.id/2014/10/teori-motivasi-mcgregorabraham.html