Minggu, 10 April 2016

Bussiness Relationships Management

Bussiness Relationships Management


  • Bussiness Relationships Management

    • Ruang Lingkup 
Kesuksesan jasa penyedia IT itu bergantung pada hubungan dengan konsumen. Dalam banyak aspek kehidupan, efektifitas hubungan jangka panjang membutuhkan komitmen dan usaha dari kedua pihak dalam rangka menjaga kepercayaan dan saling mengerti yang mana akan mendukung hubungan melalui saat baik maupun buruk.

    • Maksud dan Tujuan
Maksud utama dari BRM ialah membangun dan menjaga efektifitas, produktifitas hubungan antara konsumen dan penyedia jasa, yang dibangun dari pemahaman pada konsumen dan kebutuhan bisnis. Hal ini dimaksudkan untuk bereaksi akan kebutuhan konsumen baru. Semuanya bertujuan untuk mengerti konsumen, yang mana merupakan strategi dan bisnis yang cukup untuk mengantisipasi dan mempengaruhi kebutuhan konsumen sebagaimana keadaan berubah.

    • Psinsip Umum

- Basis untuk BRM
Pengembangan dari BRM berdasarkan argumen bahwa antara penyedia jasa dan konsumen akan memperoleh keuntungan dari hubungan yang mana saling melaraskan aktivitas dari penyedia jasa dengan kebutuhan pengembangan bisnis konsumen dan meningkatkan pengertian konsumen akan penawaran penyedia jasa serta nilai mereka pada bisnis konsumen.

- Kepuasan Konsumen
Kepuasan konsumen merupakan kunci untuk BRM karena bagian dari proses SM. Bagaimanapun, kepuasan konsumen bagi BRM tidak lebih dari mengirimkan pelayanan pada target untuk menyetujui jaminan dan kegunaan lebih dari memastikan bawah konsumen menerima layanan yang untuk mencapai tujuan bisnis.

- Manajemen Hubungan Bisnis dan Tingkat Layanan Manajemen
Fokus perbedaan antara BRM dan proses lain diilustrasikan oleh perbedaan antara BRM dan Tingkat Layanan Managemen(SLM). Kedua proses memperhatikan hubungan jangka panjang dengan konsumen dan dengan memastikan bawah konsumen senang dengan apa yang telah diberikan.

- Portofolio Konsumen
Dalam rangka efektifitasm BRM harus menjaga informasi terbaru pada konsumennya. Hal itu membutuhkan pengertian akan siapa konsumen sebenarnya, terutama pada organisasi konsumen yang besar di mana konsumen yang sebenarnya dan pembuat keputusan mungkin tidak sama dengan pengguna layanan utama.

- Perjanjian Portofolio Konsumen
Bagian dari informasi yang didapat dari konsumen memperhatikan perjanjian antara penyedia layanan dan konsumen. Ini adalah kunci sumber dari informasi yang didapat oleh BRM dan mungkin dianggap logis sebagai komponen portofolio konsumen.

    • Peran
Peran dari BRM ialah:
- Mengerti konsumen dan tujuan bisnis serta bagaimana menerjemahkannya dalam kebutuhan layanan
- Membantu merumuskan kebutuhan konsumen untuk layanan baru dan pengembangan bisnis konsumen untuk berinventasi pada mereka
- Mengidentifikasi perubahan yang mungkin mempengaruhi pemakaian konsumen atau kebutuhan akan layanan
- Mengidentifikasi pengembangan teknologi dan yang berkaitan yang mungkin memberi kesempatan untuk layanan yang lebih serta harga yang rendah untuk konsumen
- Memastikan bahwa pengiriman dan pengoperasion layanan, termasuk, contohnya, transisi dari operasi penuh, kelanjutan untuk mengenali dan kepuasan kebutuhan bisnis konsumen.
- Berurusan dengan laporan layanan, komplain, komentar dan umpan balik apapun yang mana untuk memastikan efektivitas ketetapan dan keberlanjutan pengembangan dalam menjalankan layanan.

    • Hubungan dengan managemen layanan lainnya
Dalam hal ini kegunaan BRM sebagai berikut:
- Portofolio layanan IT
Digunakan BRM untuk menyimpan informasi sebagai kesempatan untuk konsumen BRM, sebagai dasar informasi untuk membantu BRM mengevaluasi baru atau mengubah layanan dan memantau kemajuan dan status dari pengembangan layanan untuk konsumen
- Portofolio Proyek
Hal ini menyediakan informasi yang lebih lengkap terkait status proyek direncanakan atau sedang berjalan dalam hubungan layanan baru atau berubah untuk konsumen
- Portofolio Aplikasi
Hal ini menyediakan informasi terkait keberadaan aplikasi IT, fungsi yang mereka sediakan, orang-orang yang mengembangkan mereka dan orang-orang yang yang membantu dan manangani mereka

  • Managemen Keuangan untuk Layanan IT

    • Ruang Lingkup 
Manajemen keuangan yang dimaksud yaitu mengurus sumber keuangan perusahaan, memastikan mereka pekerja yang berhati-hati dan apa yang mereka gunakan dicatat. Manajemen keuangan memastikan perusahaan/organisasi mengerti biaya dari operasional, struktur dari biaya yang ada dan hal yang mempengaruhi mereka. Hal ini untuk membantu perusahaan membuat pilihan terbaik dalam layanan yang harus bijaksana, bagaimana pelayanan seharusnya dengan hati-hati, investasi yang dibutuhkan untuk pengiriman dan efek dari perubahan pola pengiriman.

    • Maksud dan Tujuan
Sasaran dari manajemen keuangan untuk layanan IT ialah memastikan telah optimalnya sumber keuangan perusahaan dan bahwa telah dicapai dalam pemenuhan dengan susunan peraturan yang mana penyedia layanan IT beroperasi.
Maksud dan tujuan yaitu memastikan bawah:
- Uang dapat diatur dan digunakan sebaik-baiknya
- Sumber keuangan yang ada menyatu sepenuhnya dengan rencana perusahaan dan kebutuhan akan pengiriman layanan IT
-Keputusan dalam berinvestasi wajar dan berhubungan dengan tujuan perusahaan
- Pengatur tata kelola yang mana untuk memastikan efektifitas penata layanan sumber keuangan dan menjelaskan akuntabilitas yang jelas
- Perusahaan mematuhi peraturan keuangan yang relevan dab wahuv serta kebijakan keuangan dan strategi bisnis


  • Layanan IT Manajemen Kontinitas

    • Ruang Lingkup 
Kebanyakan perusahaan yang bergantung pada sistem ITnya kehilangan kunci aplikasi atau infrastrukturnya bisa menyebabkan perusahaan gagal dalam beberapa hari. Karenanya, perusahaan membutuhkan rencana bagaimana mereka akan memberbaiki kunci sistem mereka yang sesuai dengan skala waktu saat terjadinya kegagalan. Inilah fokus dari proses Layanan IT manajemen kontinuitas.

    • Maksud dan Tujuan
Maksud dari ITSCM yaitu membantu berjalannya bisnis managemen dengam memastikan bawah sumber IT, sistem dan layanan bisa dipulihkan dengan skala waktu saat terjadinya insiden besar. Hal ini dicapai dengan membuat dan menjaga fasilitas yangi dibutuhkan dan kapabilitas memulihkan.
Tujuan dari proses ialah:
- Untuk membuat dan menjaga layanan IT berjalan sesuai rencana
- Untuk melakukan dampak binis analisa reguler tuk memastikan bahwa rencana tetap lurus dengan mengubah kebutuhan bisnis
- Melakukan analisa resiko reguler dan tugas managemen untuk menentukan potensi kegagalan dan mengidentifikasi dan mengimplementasikan respon yang bisa diterima sesuai bisnis berkelanjutan dengan targer yang disetujui
 - Menilai dampak dari perubahan dan mengambil tindakan yang sesuai dilanjutkan menyediakan kebutuhan tingkat perlindungan
- Memastikan kontrak orang ketiga yang sesuai dengan persetujuan ditempat dan tetap memperbaruhi terus dalam rencana pembaharuan.
- Menyediakan saran dan bimbingan dalam hal berkelanjutan dan permbaharuan

  • Manajemen Keamanan Informasi & Manajemen Akses

    • Kebijakan Keamaan Informasi
Kebiajkan keamanan informasi harus membantu dan menyatu dengan kebijakan keamanan bisnis. Hal itu harus termasuk kebijakan yang menutupi penggunaan aset IT, email, internet, dokumen penting, akses remote, akses orang ketiga(seperti penyuplai) dan penjualan aset. Sebagai tambahan, menjelaskan cara mensetting password, menjaga kontrol anti-virus, dan pembagian informasi. Kebijakan tersebut harus tersedia untuk semua konsumen dan pengguna tentu juga karyawan IT dan pemenuhan kebijakan harus mereferensikan dalam semua kesepakatan internal dan eksternal kontrak.

    • Sistem Manajemen Keamanan Informasi
Sistem manajemen keamanan informasi(ISMS- mengacu juga pada kerangka keamanan) membantu menstabilkan hemat biaya program keamanan untuk membantu tujuan bisnis. Tujuan dari ISMS juga memastikan kontrol yang sesuai, alat dan prosedur yang stabil tuk membantu kebijakan keamanan informasi.

    • Fasilitas Manajemen Kontrol Akses Fisik
Kebijakan Keamanan Informasi menjelaskan akses kontrol kebijakan, identifikasi langkah-langkah keamanan fisik yang diperlukan dan yang seharusnya memiliki akses pada data. Fasilitas managemen bertanggungjawab menegakan kebijakan tersebut. Komponen utama akses fisik kontrol ialah:
- Instalasi, pemelihaaan dan managemen akses fisik keamanan kontrol seperti kunci dan pelindung dan alat pengawasan
- Memantau akses fisik tuk melindungi area
- Staff keamanan fisik
- Pemeliharaan denah penunjuk area yang dilarang akses dan kontrol keamanan relevan


Sumber:
http://dia_ragasari.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/47170/Buku+-+ITServiceManagement.pdf

Minggu, 20 Maret 2016

MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI


MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI

Manajemen Layanan Sistem Informasi

Section 1

Pengantar

Bagaimana memahami manajemen layanan?

Cara memahami manajemen layanan ialah dengan melakukan pengamatan proaktif pada layanan IT yang dilakukan untuk memastikan sebelumnya target menyepakati kualitas, tanggung jawab, serta keterdiaan yang konsisten dan dapat terpenuhi.

Kenapa sangat penting untuk perusahaan?
Karena dengan adanya sebuah manajemen layanan dalam bidang IT ini akan membuat perusahaan lebih mudah dalam pemberian layanan IT sendiri, dan ketika suatu perusahaan mulai banyak membutuhkan IT sebagai penyedia layanan, semakin penting untuk memperhatikan tingkat kebaikan dan kualitas layanan. Jika layanan IT ingin dikelola secara efektif, harus memperhatikan langkah-langkah yang akan diterapkan untuk memastikan bahwa kinerja yang sebelumnya telah sepakat untuk di toleransi. Nah disitulah peranan penting dari majemen layanan ini dalam perusahaan agar semua kebijakan dan jalannya perusahaan dapat terkontrol.

Bagaimana manajemen layanan dapat membantu penyedia layanan untuk memeberikan dan mengelola layanan ini. TSM umumnya menangani masalah operasional manajemen teknologi informasi (kadang disebut operations architecture, arsitektur operasi) dan bukan pada pengembangan teknologinya sendiri. Contohnya, proses pembuatan perangkat lunak komputer untuk dijual bukanlah fokus dari disiplin ini, melainkan sistem komputer yang digunakan oleh bagian pemasaran dan pengembangan bisnis di perusahaan perangkat lunak-lah yang merupakan fokus perhatiannya. Banyak pula perusahaan non-teknologi, seperti pada industri keuangan, ritel, dan pariwisata, yang memiliki sistem TI yang berperan penting, walaupun tidak terpapar langsung kepada konsumennya.
Sesuai dengan fungsi ini, ITSM sering dianggap sebagai analogi disiplin ERP pada TI, walaupun sejarahnya yang berakar pada operasi TI dapat membatasi penerapannya pada aktivitas utama TI lainnya seperti manajemen portfolio TI dan rekayasa perangkat lunak.

I.T.I.L atau Information Technology Infrastructure Library (Pustaka Infrastruktur Teknologi Informasi)

Pembahasan Kerangka I.T.I.L
  • Apa itu I.T.I.L?
    ITIL adalah suatu kerangka kerja umum yang menggambarkan Best Practice layanan manajemen TI. ITIL menyediakan kerangka kerja bagi tatakelolaTI,serta wrapping layanan. ITIL memfokuskan diri pada pengukuran terus menerus dan perbaikan kualitas layanan TI yang disampaikan, baik dari perspektif bisnis dan pelanggan. Fokus ini merupakan faktor utama dalam lesukses di seluruh dunia.

  • Apa saja komponen dari I.T.I.L?
    Pada 30 Juni 2007, OGC menerbitkan versi ketiga I.T.I.L (I.T.I.L v3) yang intinya terdiri dari lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah:
    • Service Strategy
      • Definisi awal dan analisis kebutuhan bisnis
    • Service Design
      • Rencana layanan yang akan diberikan
    • Service Transition
      • Migrasi ke lingkungan 'live'
    • Service Operation
      • Operasi 'live'
    • Continual Service Improvement
      • Perbaikan terus-menerus

  • Apa tujuan dari I.T.I.L?
    Tujuan Information Technology Infrastructure Library (I.T.I.L) adalah untuk menyediakan petunjuk untuk praktek terbaik dalam manajemen layanan teknologi informasi. Ini mencakup pilihan yang dapat diapdopsi dan diadaptasi oleh organisasi berdasarkan kebutuhan bisnisnya, keadaan, dan kedewasaan dari penyedia layanan.

Model Manajemen Pelayanan I.T.I.L

Model Manajemen Pelayanan ITIL
Gambar 1.2: Gambar kegiatan utama dari tahap silus hidup layanan.

Section 2

Strategi Layanan

  • Pengantar

Strategi layanan dari setiap penyedia layanan harus didasarkan atas dasar pengakuan bahwa pelanggan tidak membeli produk, mereka membeli kepuasan dari kebutuhan khusus. Oleh karena itu, untuk menjadi sukses, layanan yang disediakan harus dapat dirasakan oleh pelanggan untuk memberikan nilai yang cukup dalam bentuk manfaat yang ingin dicapai pelanggan. Mencapai pemahaman yang mendalam mengenai kebutuhan pelanggan, dalam hal apa kebutuhannya, kapan dan mengapa itu terjadi, juga membutuhkan pemahaman yang jelas tentang persis yang pelanggan yang sudah ada atau potensi pengguna dari penyedia layanan. Hal ini, pada gilirannya, memerlukan
penyedia layanan untuk memahami konteks yang lebih luas dari saat ini dan potensi pasar tempat beroperasi penyedia layanan, atau mungkin ingin beroperasi di dalamnya. Strategi layanan tidak dapat diciptakan atau ada dalam isolasi strategi menyeluruh dan budaya organisasi yang dimiliki oleh penyedia layanan. Penyedia layanan mungkin ada dalam suatu organisasi semata‐mata untuk memberikan layanan pada satu unit bisnis yang spesifik, untuk layanan unit bisnis, atau
mungkin beroperasi sebagai penyedia layanan eksternal yang melayani beberapa bisnis eksternal. Strategi yang diadopsi harus memberikan nilai yang cukup kepada pelanggan dan semua stakeholder penyedia layanan ‐ harus memenuhi tujuan strategis penyedia layanan.

Terlepas dari konteks di mana penyedia layanan beroperasi, Strategi layanan juga harus didasarkan pada pengakuan yang jelas dari keberadaan kompetisi, kesadaran bahwa masing‐masing pihak memiliki pilihan, dan pandangan tentang bagaimana penyedia layanan akan membedakan dirinya
dalam kompetisi. Semua penyedia layanan membutuhkan strategi layanan.

  • Resiko
Resiko pada efektifitas manajemen, menjadi isu penting untuk kesuksesan semua organisasi dan merupakan kunci kepemimpinan manajemen. Efektifitas resiko manajemen memerlukan susunan yang konsisten yang mana resiko bisa diidentifikasi dan dianalisa untuk menempatkan cara yang tepat menghadapinya.


Jenis Penyedia Layanan TI
  1. Tipe 1 Penyedia Layanan Ke dalam (layanan pada satu unit khusus)
  2. Tipe 2 Bagian Layanan Berbagi (layanan beberapa unit bisnis dalam satu organisasi)
  3. Tipe 3 Penyedia Layanan Ke luar (layanan kepada unit bisnis eksternal)
 4 Strategi P
  • Perspective: visi dan arah yang berbeda
  • Position: dasar di mana penyedia layanan akan bersaing 
  • Plan: bagaimana penyedia akan mencapai visi mereka 
  • Pattern: cara mendasar untuk melakukan hal ‐ pola khas dalam keputusan dan tindakan dari waktu ke waktu.
Manajemen Pelayanan Sebagai Alat Strategis

Penggunaan ITIL untuk mengubah
kemampuan manajemen layanan menjadi aset strategis, dengan menggunakan
Manajemen  Layanan  untuk  memberikan  dasar  bagi  kompetensi  inti,  kinerja
khusus  dan  keuntungan  tahan  lama,  serta  meningkatkan  potensi  penyedia
layanan dari:
• Kapabilitas:  kemampuan  penyedia  layanan  (dalam  hal  manajemen,
organisasi  proses,  pengetahuan  dan  orang‐orang)  untuk
mengkoordinasikan, mengendalikan dan menyebarkan sumber daya
• Sumber daya: masukan langsung untuk memproduksi layanan, misalnya keuangan, modal, infrastruktur, aplikasi, informasi dan orang‐orang.
  
Otomatisasi Proses Manajemen Layanan

Otomasi proses manajemen adalah penggunaan sistem komputer dan perangkat lunak untuk mengotomatisasi proses. Proses dapat benar-benar otomatis, sehingga tidak ada intervensi manusia yang diperlukan, atau semi-otomatis di mana beberapa intervensi manusia diperlukan untuk membuat keputusan atau menangani pengecualian.

Section 3

Design Layanan
  • Mengapa Desain Layanan? Karena desain yang tepat dan inovatif layanan TI, termasuk arsitekturnya, proses, kebijakan dan dokumentasi, untuk memenuhi kebutuhan sekarang dan masa depan bisnis.
  • 5 Aspek Utama dari Desain Layanan
    •  Solusi layanan baru atau perubahan
    • Sistem manajemen layanan dan perangkatnya, khususnya Portfolio Layanan
    • Arsitektur teknologi dan sistem manajemen
    • Proses, peran dan kemampuan
    • Metode pengukuran dan satuan
  • Tujuan Desain Layanan
    • Mempertemukan manfaat bisnis yang telah disetujui
    • Proses untuk menunjang siklus hidup layanan
    • Mengidentifikasi dan mengeloli resiko
    • Desain Keamanan & kerentanan infrastruktur TI
    • Membangun keahlian & kemampuan dalam TI
    • Kontribusi pada keseluruhan peningkatan kualitas layanan TI
  • Paket Desain Layanan
    Mendefinisikan seluruh aspek dalam layanan TI dan keseluruhan persyaratan dari setiap tingkatan dalam siklus hidup layanan. SDP dihasilkan untuk setiap layanan TI baru, perubahan mayor, atau layanan TI yang dikeluarkan.
Sumber:
http://dia_ragasari.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/47170/Buku+-+ITServiceManagement.pdf
http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2012/02/Terjemahan-ITIL-V.3-IKC.pdf
http://itgov.cs.ui.ac.id/itgov/pengantar%20ITIL%20v3%20muki.pdf

Minggu, 24 Januari 2016

Komunikasi Dalam Organisasi

TEORI ORGANISASI UMUM 2

NAMA            : BACHTIAR RIVAIE
NPM               : 11114949
KELAS           : 2KA28
     
PTA 2015/2016
UNIVERSITAS GUNADARMA







MAKALAH TEORI ORGANISASI UMUM 2






KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI


Disusun Oleh :


1. Nur Aini Fauziyyah                         18114130
2. Dio Putra Dilaga                              13114194
3. Bachtiar Rivaie                                11114949
4. Yan Shaputra Amin                         1C114348
5. Muchamad Gilang Saputra              16114855




SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2015/2016


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan petunjuk, kekuatan dan perlindungan, sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan tugas metopel ini dengan tepat waktu. Makalah ini membahas komunikasi dalam organisasi.

Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Olehnya itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

Meskipun penyusun telah berusaha untuk menyelesaikan tugas akhir ini dengan semaksimal mungkin, namun penyusun menyadari masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan baik dalam susunan kata, isi maupun bentuknya. Oleh karena itu penulis mengharap adanya kritik maupun saran.
  

BAB II
PENDAHULUAN
A.  LATAR BELAKANG
Seperti yang kita ketahui dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah lepas dari yang namanya komunikasi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Komunikasi secara langsung salah satunya adalah dengan cara bertemu dan bertatap muka secara langsung sedangkan komunikasi secara tidak langsung bisa melalui perantara orang ketiga yang menyampaikan pesan nantinya. Hal ini pasti selalu ada di dalam kehidupan bermasyarakat. Apalagi sifat manusia itu sendiri adalah makhluk social yaitu makhluk yang tidak dapat hidup sendiri melainkan perlunya interaksi dengan manusia lainnya. Salah satu bentuk konkret dari interaksi ini adalah komunikasi tersebut.
Komunikasi organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiranpesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan. Komunikasi organisasi melibatkan bentuk-bentuk komunikasi antar pribadi dan komunikasi kelompok. Namun dalam pembahasan yang ada di dalam makalah ini adalah mengenai komunikasi dalam konteks organisasi karena itu untuk memenuhi pembelajaran mata kuliah Teori Organisasi Umum ini, penulis mengambil judul “Komunikasi dalam Organisasi” di dalam makalah yang penulis kerjakan ini.

B.  RUMUSAN MASALAH
Adapun masalah  dalam makalah  ini adalah sebagai berikut yaitu:
1.    Apa yang dimaksud dengan Komunikasi?
2.    Apa saja Unsur – Unsur dalam Komunikasi?
3.    Bagaimana menyalurkan ide dalam komunikasi?
4.    Apa saja Hambatan dalam Komunikasi?
5.    Apa saja Klasifikasi komunikasi dalam Organisasi?

C.  TUJUAN DAN MANFAAT
Tujuan dalam penulisan ini adalah :
1.    Agar mahasiswa mengerti apa itu komunikasi.
2.    Agar mahasiswa mengerti bagaimana cara menyalurkan ide dalam komunikasi.
Manfaat dari penulisan ini adalah untuk dapat kita pelajari dan mengetahui serta bisa kita mengerti.

BAB II
PEMBAHASAN

A.  PENGERTIAN KOMUNIKASI
Asal kata komunikasi berasal dari kata kerja bahasa latin “kommunicare” yang berarti menyebarkan  / memberitahukan. Jadi menurut asal katanya komunikasi berarti menyebarkan / menyebarkan informasi kepada pihak lain guna mendapatkan pengertian yang sama tentang sesuatu hal. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi dan pengertian dari satu orang ke orang yang lain.
Secara Umum Komunikasi adalah Usaha mendorong orang lain menginterprestasikan pendapat seperti apa yang dikehendaki oleh orang yang mempinyai pendapat tersebut.
Menurut Chester I Bernard Komunikasi adalah Suatu alat dimana orang-orang yang bersangkutan saling berhubungan satu sama lain dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan umum.
Menurut Koontz Odonnell Komunikasi adalah Suatu pemindahan informasi dari satu orang ke orang lain.
Menurut Wexley And Yuki Komunikasi dapat diberikan definisi sebagai pengiriman informasi antara dua orang / lebih.
Menurut Mc Farland Komunikasi sebagai interaksi atau proses hubungan saling pengertian antar manusia
Menurut Elliot Jaques Komunikasi adalah penyampaian berbagai macam perasaan, sikap, dan kehendak baik secara langsung maupun tidak langsung, baik secara sadar maupun tidak sadar. 

B.  UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI
Menurut Charles E-Redfield mengatakan bahwa unsure-unsur komunikasi ada lima yaitu:
1.    Komunikator, yaitu pemberi berita
2.    Menyampaikan berita, yaitu dapat dilakukan dengan cara mengatakan, mengirim, atau menyiarkan.
3.    Berita yang disampaikan, yaitu dapat dalam bentuk perintah, laporan, atau saran
4.    Kommunika, yaitu orang yang dituju atau si penerima berita.
5.    Tanggapan / reaksi, yaitu dalam bentuk jawaban / reaksi oleh si penerima berita.

C.  BAGAIMANA MENYALURKAN IDE MELALUI KOMUNIKASI

Bagaimana menyalurkan ide melalui komunikasi :


 D.  HAMBATAN KOMUNIKASI

Sasaran komunikasi adalah berbagai hasil yang ingin dicapai / diperoleh dalam proses komunikasi dan tergantung dari arah komunikasi dalam organisasi. Dengan demikian secara singkat dapat dikatakan bahwa sasaran komunikasi adalah agar setiap perintah intruksi nasehat pengarahan saran dan lain-lain sesuai dengan arah komunikasi yang dilakukan organisasi dapat diterima, dimengerti, dan dipahami oleh penerima komunikasi.
Untuk mencapai sasaran komunikasi sebagaimana yang telah diuraikan diatas, komunikasi sering menghadapi berbagai hambatan antara lain:

a)    Hambatan bersifat teknis
Þ    Kurangnya sarana dan prasarana
Þ    Penguasaan teknik dan metode komunikasi yang kurang
Þ    Kondisi fisik yang tidak memungkinkan untuk melalukan komunikasi.

b)   Hambatan semantic
Þ    Sematik dapat diartikan sebagai suatu studi tentang pengertian. Pengertian dapat diungkapkan melauli bahasa baik lisan maupun tertulis. Jadi yang dimaksud adalah hambatan yang disebabkan kesalahan dalam penafsiran, kesalahan dalam memberikan pengertian yang dipergunakan.

c)    Hambatan perilaku
Þ    Pandangan bersifat apriori
Þ    Prasangka yang di dasarkan pada emosi
Þ    Suasana otoriter
Þ      Ketidakmauan untuk berubah
Þ      Sifat yang egoistis

d)   Hambatan organisasi
Þ      Tingkatan hirarki
Þ      Wewenang manajerial
Þ    spesialisasi

e)     Hambatan antar individu
Þ    Persepsi selektif
Þ    Status dan kedudukan komunikator
Þ    Keadaan membela diri
Þ    Pendengaran lemah

E.   KLASIFIKASI KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI


Dari segi sifat
Menurut arahan

a)      Komunikasi lisan
b)      Komunikasi tertulis
c)      Komunikasi verbal
d)     Komunikasi non verbal


a)    Komunikasi keatas
b)   Komunikasi kebawah
c)    Komunikasi diagonal keatas
d)   Komunikasi diagonal kebawah
e)    Komunikasi horizontal
f)    Komunikasi satu/dua arah

Menurut lawannya
Menurut keresmiannya

a)    Komunikasi satu lawan satu
b)   Komunikasi satu lawan banyak
c)    Kelompok lawan satu
d)   Kelompok lawan kelompok


a)    Komunikasi formal
b)   Komunikasi non formal



BAB III
PENUTUP
A.  KESIMPULAN
Komunikasi berarti menyebarkan / menyebarkan informasi kepada pihak lain guna mendapatkan pengertian yang sama tentang sesuatu hal. Komunikasi adalah Usaha mendorong orang lain menginterprestasikan pendapat seperti apa yang dikehendaki oleh orang yang mempinyai pendapat tersebut.
Tujuan komunikasi adalah berhubungan dan mengajak dengan orang lain untuk mengerti apa yang kita sampaikan dalam mencapai tujuan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan dalam bekerja sama dengan orang lain.



DAFTAR PUSTAKA